Setelah sukses menyelenggarakan paket pesiar di laut akhir tahun 2014, PT Pelni akan kembali mengeluarkan paket-paket pesiar di laut tahun 2015. Pilihan destinasinya juga semakin banyak, dan menggiurkan.

PETA-bitung morotai sorong - TTI

     Paket-paket pesiar itu direncanakan di sembilan destinasi wisata bahari mulai dari Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau, Derawan di Kalimantan Timur, Labuan Bajo, NTT, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Taman Nasional Taka Bone Rate, Sulawesi Selatan, Bunaken, Sulawesi Utara, Ternate dan Morotai di Maluku Utara, dan Raja Ampat, Papua Barat.

Paket wisata ke Raja Ampat dan Wakatobi sudah dilaksanakan akhir tahun lalu. Tahun ini paketnya sama namun dengan lokasi yang berbeda. Misalnya Raja Ampat, tahun lalu wisatawan diajak berkunjung ke Pianemo dan Waigeo, tahun ini akan diajak ke Wayag dan Misool.

Secara operasional juga tidak berbeda seperti tahun lalu. Wisatawan menggunakan moda transportasi udara dahulu untuk mencapai kota pelabuhan dimana kapal sandar. Mereka akan berpesiar di laut dengan memanfaatkan paused stay kapal-kapal Pelni yang terdekat dengan destinasi-destinasi surga bahari Nusantara itu. Paused stay kapal mulai dari satu sampai dua minggu. Selama itu, kapal akan digunakan untuk mengajak masyarakat Indonesia  menikmati wisata bahari di negeri sendiri.

PT Pelni sebenarnya hanya memanfaatkan akses dan konektivitas dari pelabuhan menuju destinasi. Fasilitas yang ada di kapal penumpang menjadi akomodasi terapung yang dimanfaatkan sebagai tempat menginap dan hospitality. Bedanya dengan saat kapal dioperasikan sebagai kapal penumpang umum, Pelni juga menyiapkan paket snorkeling dan ekskursi ke pulau serta menawarkan paket wisata menyelam.

Paket pesiar Bunaken-Morotai- Misool -Wayag mungkin akan menjadi paket pesiar terpanjang tahun ini. Perjalanannya direncanakan akan dimulai dari pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara, menuju pelabuhan di Ternate sebelum ke pelabuhan di Morotai, lalu dilanjutkan ke pelabuhan Sorong, pintu masuk menuju Wayag dan Misool di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sebagai destinasi akhir.

Waktu peluncuran paket-paket pesiar ini mesti memperhatikan cuaca dimana gelombang dan ombak di laut belum terlalu tinggi. Juga memperhatikan musim penumpang. Tahun ini peak season penumpang kapal akan terjadi sekitar bulan Juni-Juli (Hari Raya Idul Fitri jatuh di pertengahan bulan Juli) dan Desember. Paket ini direncanakan akan diluncurkan sekitar bulan September mendatang.

Asyiknya, wisatawan bisa memulai perjalanannya dari mana saja dia suka. Misalnya, dia hanya mau melihat Misool dan Wayag di Raja Ampat, dia bisa terbang langsung ke Sorong dan naik kapal dari sana. Biayanya terhitung dari Sorong sampai ke lokasi tujuan. Yang mau berkunjung ke Morotai saja juga bisa, dengan terbang langsung ke Ternate sebelumnya. Tahun lalu, ada wisatawan peserta paket Let’s Go Raja Ampat yang memulai perjalanannya dari pelabuhan di Bitung dengan kapal Tatamailau. Mereka dikenakan biaya paket wisata ke Raja Ampat ditambah biaya perjalanan dari Bitung sampai Sorong.

Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil,yang termolek di Morotai.(Foto:YD)

Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil,yang termolek di Morotai.(Foto:YD)

Yang menarik dari paket terpanjang ini adalah Morotai. Pemilihan Morotai sebagai salah satu destinasi, selain posisinya yang berada di antara pelabuhan Bitung dan Sorong, salah satu pulau terluar di bagian utara, pulau ini adalah salah satu saksi sejarah Perang Dunia II. Di Pulau Morotai Jepang membangun basis militernya untuk menguasai kawasan Asia Tenggara sampai akhirnya menjadi basis militer sekutu dimana Jenderal Douglas Mac Arthur menyusun strategi dan memerintahkan pasukannya untuk melemahkan penguasaan Jepang jelang berakhirnya Perang Dunia II.

Pulau Morotai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya adalah salah satu surga wisata bahari di ujung negeri. Keindahan di darat maupun di bawah lautnya tak perlu diragukan lagi. Bukan hanya Jenderal Mac Arthur yang jatuh cinta kepada Morotai. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Morotai Marwan Sidasih, sudah dua kapal pesiar singgah di Morotai dalam pelayarannya menuju Ambon di awal tahun 2015. Salah satu kapal bahkan sempat buang jangkar begitu melihat Pulau Dodola yang sangat indah, meskipun tidak ada di dalam itinerary pelayarannya.

“Morotai, pertama, punya spot-spot wisata luar biasa. Kedua, nilai historisnya. Kita harus perkenalkan dulu kepada bangsa sendiri agar tahu geografis dan sejarah negara. Itu yang penting. Saya pikir, itu akan punya nilai jual yang tinggi. Negara lain saja pada datang ke sini,” ujar Datep Purwa Saputra, Direktur SDM dan Umum PT Pelni saat melakukan survei di Moratai dan Ternate di awal bulan April 2015.

Jika Anda pecinta wisata bahari dan bermimpi ingin mengunjungi Bunaken, Morotai, Misool dan Wayag, sebentar lagi akan jadi kenyataan. Jadi, bersiaplah. Let’s get ready, let’s go! *** (Yun Damayanti)