Brexit, Pound Inggris Lemah, Tak Pengaruh pd Perjalanan Outbound, Media Perjalanan Terkemukanya Dibawa ke Bali-Lombok

Branding Wonderful Indonesia di bis wisata keliling kota London jelang akhir tahun lalu.(Foto:Ist.)

Branding Wonderful Indonesia di bis wisata keliling kota London jelang akhir tahun lalu.(Foto:Ist.)

Mulai akhir pekan ini hingga 10 hari ke depan, Kementerian Pariwisata memfasilitasi perjalanan pengenalan destinasi (famtrip) satu media perjalanan terkemuka dari Inggris Raya. Perjalanannya akan mengunjungi Bali dan Lombok. Media dari Inggris Raya itu akan mengeksplorasi diantaranya mulai dari budaya dan keindahan taman laut di Pemuteran di Bali, trekking di Gunung Rinjani, hingga island hopping di 3G-Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Dengan warga negara Inggris Raya memperoleh Bebas Visa Kunjungan Sementara (BVKS) selama 30 hari, biaya berwisata ke Indonesia yang kompetitif, famtrip media perjalanan terkemuka ini diharapkan mampu memberi inspirasi dan insight perjalanan di Greater Bali bagi publik Inggris Raya sekaligus mendukung branding Wonderful Indonesia di pasar Inggris.  Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kemenpar mengundang dan menyelenggarakan perjalanan kunjunganya.

Gunung Rinjani,Lombok,NTB.(Foto:rinjaninationalpark.com)

Gunung Rinjani,Lombok,NTB.(Foto:rinjaninationalpark.com)

Situs pencarian dan pemesanan perjalanan global, Cheapflights.co.uk, mengungkapkan, keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa tidak mempengaruhi pemesanan perjalanan inbound ataupun outbound. Dikutip dari satu situs berita perjalanan online, data operator menunjukkan bahwa sejauh ini hasilnya tidak berpengaruh secara signifikan baik pada penelusuran perjalanan inbound maupun outbound sebelum dan setelah referendum pada tahun lalu.

Masih menurut situs pencarian itu, melihat tiga bulan sejak referendum, beberapa tujuan tradisional Eropa populer bagi wisatawan Inggris seperti Italia, Portugal, dan Spanyol tetap bertahan, konstan dan kuat. Ada juga beberapa tujuan yang mengalami peningkatan pencarian setelah Brexit.

Salah satu dampak Brexit yang paling dirasakan adalah melemahnya nilai tukar mata uang Poundsterling. Diperkirakan, konsumsi domestik akan melambat dan biaya perjalan liburan ke luar negeri akan naik. Dengan masih berprosesnya ‘perceraian’ Inggris dari Uni Eropa, masyarakat Inggris masih menunggu kepastian atas fasilitasi perjalanan yang sudah pasti akan berubah.

Namun demikian, menurut data statistik nasional Inggris, melemahnya nilai tukar Poundsterling menghasilkan 37,3 juta kunjungan internasional ke Inggris Raya pada tahun 2016. Jumlah itu meningkat 3% dibandingkan tahun sebelumnya.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.