Bisnis hotel di Danau Toba Kini, Sudah Meningkat atau Bagaimana?

Syahrial Azhar

Syahrial Azhar

Danau Toba, (ITN-IndonesiaTouristNews): Hotel Inna Parapat di danau Toba baru bisa mencapai rata-rata 45 persen okupansi kamarnya, dengan rata-rata harga jual per kamar Rp 650 ribu net, tahun yang berjalan ini. Hotel itu beroperasi dengan jumlah kamar 102 sejak selesai renovasi totalnya tahun 2012. Begitulah cerita general managernya Syahrial Azhar.

Yang menarik lagi dari pengalaman hotel ini, menurut Syahrial, 98 persen tamunya wisatawan nusantara (wisnus), wisatawan dalam negeri, dan wisatawan Mancanegara (wisman) 2 persen, kecil sekali.

Secara geografis hotel Inna berlokasi di Kabupaten Simalungun. Di seluruh kabupaten Simalungun menurut Syahrial, BPS di kabupaten ini mencatat rata-rata okupansi hotel sekabupaten sekitar 35 persen.

Satu sudut pemandangan Danau Toba dari hotel Inna Parapat.(Foto:AH)

Satu sudut pemandangan Danau Toba dari hotel Inna Parapat.(Foto:AH)

Adapun Tingkat Penghunian Kamar (TPK), okupansi hotel klasifikasi bintang di provinsi di Sumatera Utara menurut siaran dari BPS tampak sebagai berikut:

Sumber: BPS

Sumber: BPS

 

Kalangan pelaku industri pariwisata di danau Toba tampaknya perlu lebih meningkatkan atau mempertajam pemasaran dan upaya penjualan ke Pasar wisman.

Pengalaman Syahrial Azhar dengan hotel Inna Parapat ini perlu dicermati. Di bandara Kualanamu, Medan, BPS mencatat jumlah wisman yang mendarat langsung dari luar negeri mengalami pertumbuhan “hebat”, meningkat 30,12 persen selama Januari-Juni tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Semester pertama tahun 2017 ini jumlah wisman yang masuk melalui bandara Kualanamu dicatat oleh BPS sebanyak 106.964 wisman, sedangkan periode sama tahun lalu jumlahnya 82.202.

Yang dialami di Inna Parapat Hotel bisa dipandang “indikator” yang mencerminkan situasi umum bisnis hotel yang berlokasi di Parapat, pusat lokasi hotel di Danau Toba.

“Kami inginnya jumlah tamu wisman lebih banyak,” ujar Syahrial. Dari sudut operasi hotel, semakin banyak wisman yang menginap akan semakin meningkat penghasilan hotel. Wisman memberikan lebih banyak penghasilan dari konsumsi mereka atas food and beverage, makanan minuman, tidak hanya dari hasil penjualan kamar.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.