Gerbang Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Gerbang Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Bali, (ITN-IndonesiaTouristNews):Bestival yang pertama di Asia, namanya Bestival Bali 2017, dilaksanakan pada 30 September dan 1 Oktober 2017. Itu adalah festival musik yang menampilkan sederetan artis dari berbagai negara termasuk dari Indonesia yang masing-masing membawakan genre musik berbeda-beda. Selama dua hari itu Garuda Wisnu Kencana di Uluwatu didatangi sekitar 8 ribu pengunjung, setengahnya ialah wisman yang sedang berlbur di Bali.

Di antara musisi dari luar negeri itu baru pertama kali tampil di Indonesia. Keindahan alam Pulau Dewata, kekayaan budaya, terutama seni musiknya, telah membuat mereka jatuh cinta. Mereka pun mengapresiasi dan menyukai berinteraksi dan berkolaborasi bersama musisi-musisi lokal. Mereka berbakat luar biasa, kata musisi asing. Sehingga tidak akan menolak apabila diminta tampil lagi di Bestival Bali.

Tersedia dua panggung lebih kecil yang menampilkan musik reggae dan musik elektrik (DJ) di Festival Park Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Tersedia dua panggung lebih kecil yang menampilkan musik reggae dan musik elektrik (DJ) di Festival Park Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Bestival Bali dikatakan sebagai sebuah produksi besar. Tidak hanya menampilkan artis-artis dari luar dan lokal dalam jumlah yang tidak sedikit tetapi juga melibatkan sekitar seribu orang staf lokal dari Bali. Kerja sama dan kolaborasi semua pihak yang berasal dari beberapa negara dengan berbagai latar belakang budaya bisa dikatakan berhasil membawakan budaya festival dari Eropa ke Pulau Bali.

Bestival Bali is being prepared for one year. It’s a very big production. We don’t have the theme this year, it’s kind of peace and love. We are very Bali focused. It’s really good and we enjoy working together with local people, Balinese people. We rescpect the local aspects. We try to integrate local people, Balinese people into whole things,” jelas John Hughes, Co-Founder Bestival.

Bestival Asia adalah sebuah merek. Bestival Bali akan kembali digelar tahun 2018, begitu kata John meyakinkan. Jadi, tempat penyelenggaraan masih tetap di Pulau Dewata dan belum akan berpindah ke daerah lain.

Pengunjung menikmati musik dan festivalnya di Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Pengunjung menikmati musik dan festivalnya di Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

We defenitely would come back. Next year, I think, we just do Bali. To have it in other area, maybe later,” tambahnya.

Co-Founder Bestival itu mengatakan, suatu festival tentu bisa menjadi satu atraksi. Bestival sudah punya segmen dan penggemarnya sendiri. Mereka mau datang ke Inggris hanya untuk menghadiri Bestival. Akan ada banyak orang datang hanya untuk ke festival. Di manapun Bestival diselenggarakan, bagi mereka adalah penting untuk senantiasa berupaya mengintegrasikan festival ke dalam semua aspek lokal dan meyakinkan bahwa keberadaan festival memberi dampak terhadap perekonomian lokal.

Bestival is about building bridges. It’s important to reach out, to make sure it’s being integrated. So the ideal is wherever we go, we try to integrate, make sure the economy, obviously Bali in this case, is supported by people coming in. Wherever we are, we make sure the local economy is benefiting as much as possible,” kata John.

Semakin malam semakin ramai di Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Semakin malam semakin ramai di Bestival itu.(Foto:YD)

Pada awal tahun ini seorang pelaku industri perjalanan di Bandung mengungkapkan, kota ini butuh event yang mampu mendatangkan tamu-tamu. Event budaya tidak mesti selalu diinterpretasikan menampilkan sesuatu yang tradisi. Bisa juga mendatangkan artis dari luar negeri untuk tampil di Indonesia. Atau, pertunjukan kolaborasi antara artis luar negeri dengan artis lokal di dalam negeri.

Datang ke Bestival Bali adalah sebuah investasi berharga. Dari merek festival yang berasal dari luar negeri ini, di negerinya sudah berlangsung selama 15 tahun dan salah satu festival terkemuka, bisa dijadikan benchmarking bagaimana mempersiapkan dan menggelar festival besar yang menarik, kreatif dan nyaman untuk dinikmati. Bestival Bali ibarat sandwich yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan segar lokal.*** (Yun Damayanti)