Nah, seakan kebetulan terjadi kombinasi dinamik dan fleksibelnya kebijakan Pertamina, Garuda dan kalangan perhotelan.

Nah, seakan kebetulan terjadi kombinasi dinamik dan fleksibelnya kebijakan Pertamina, Garuda dan kalangan perhotelan.

Pertamina hari ini mengumumkan semua harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan diubah selama periode 3-6 bulan mendatang dari sekarang. Pada berita lain sebelumnya disebutkan, Pertamina telah mendapatkan $ 2.500.000.000 fasilitas hedging dollar AS dari tiga pemberi pinjaman dari bank negara: Bank Mandiri menyediakan $ 1 miliar, BRI dan BNI masing-masing $ 750.000.000. Fasilitas untuk Pertamina ini merupakan fasilitas hedging yang terbesar diberikan kepada BUMN sampai saat ini. Ini tampaknya salah satu dukungan yang memungkinkan Pertamina mempertahankan stabilitas harga bbm termasuk tentunya avtur.

Industri penerbangan nasional kita masih merasakan beratnya harga avtur (BBM untuk pesawat terbang), lantaran beban operasional meningkat, ditambah dengan nilai dollar yang bertahan tinggi, kini sekitar Rp 13.000 per USD. Dua faktor itu mendongkrak biaya operasional. Namun lima bulan pertama 2015 ini harga avtur tampak naik turun pada kisaran Rp 8300-Rp 8900, sudah relatif turun dari harga avtur rata-rata yang relatif lebih tinggi terjadi di tahun 2014 sebesar Rp 10.825-Rp 11.350.

Perkembangan harga avtur menurut data dari Pertamina, dengan mengambil contoh di bandara DPS (Denpasar), BTH (Batam) dan CGK (Cengkareng),  tampak sebagai berikut:

Daftar harga Avtur Tahun 2015 (Rp)  

Bulan

DPS

%

 

BTH

%

CGK

%

Januari 1 sd 14

8,790.91

-7.75%

8,184.48

-7.48%

8,239.41

-8.23%

Januari 15 sd 31

8,096.02

-7.90%

7,552.59

-7.72%

7,533.49

-8.57%

Februari 1 sd 14

7,544.52

-6.81%

7,051.09

-6.64%

6,993.02

-7.17%

Februari 15 sd 28

7,809.24

3.51%

7,291.81

3.41%

7,246.71

3.63%

Maret 1 sd 14

8,559.28

9.60%

7,973.85

9.35%

7,996.75

10.35%

Maret 15 sd 31

8,691.64

1.55%

8,094.21

1.51%

8,107.05

1.38%

April 1 sd 14

8,328.80

-4.17%

7,823.40

-3.35%

7,798.21

-3.81%

April 15 sd 30

8,328.80

0.00%

7,823.40

0.00%

7,798.21

0.00%

Mei 1 sd 14

8,482.07

1.84%

7,903.64

1.03%

7,908.51

1.41%

Mei 15 sd 31

8,989.45

5.98%

8,375.05

5.96%

8,415.89

6.42%

Tahun 2014 harga rata-rata avtur (Rp), antara lain di :

 

DPS

BTH

CGK

Average Price

11,350

10,501

10,825

Harga rata-rata avtur sampai tahun 2010 berada di bawah Rp 8.000, lalu tahun 2011 rata-rata di bawah Rp 10.000. Sejak tahun 2012 menaik di atas Rp 10.000,

Setidaknya, periode 3-6 bulan mendatang ini kalangan industri penerbangan nasional dapat mengkalkulasi biaya operasional lebih stabil jika memang ada stabilitas harga avtur. Tinggal berharap apakah nilai USD bisa distabilkan pada level yang lebih rendah?

Bisa dimaknai kebetulan terjadinya kombinasi dinamis dan fleksibelnya pihak penerbangan dalam menjalani situasi ini, maskapai Garuda Indonesia bersama PHRI (persatuan hotel Indonesia) dengan dinamis dan fleksibel pula mengumumkan terobosan pemasaran. Diciptakan produk wisata di dalam negeri, kombinasi harga diskon khusus penerbangan dengan harga kamar hotel, demi menggerakkan arus penumpang atau wisatawan pada bulan-bulan yang biasanya “sepi”. Yaitu, produk dengan harga khusus untuk perjalanan pada periode 17 Juni sampai 17 Agustus 2015. “Volume” arus penumpang dan tamu hotel diharapkan akan bisa dibesarkan. Dan masyarakat tetap ramai bepergian.***