Liu Bin,Vice President Baidu Global Maps.(Foto:YD)

Liu Bin,Vice President Baidu Global Maps.(Foto:YD)

Berdasarkan data statistik dari data platform Baidu, lebih dari 25% turis Cina menggunakan Baidu Global Maps saat sedang berada di luar negeri. Baidu Global Maps membuka peluang kemitraan yang luas baik dengan pemerintah maupun para pelaku industri pariwisata di destinasi.

Selain teknologi global positioning system (GPS) Baidu, Baidu Global Maps juga dilengkapi dengan teknologi prosesi penerjemahan multibahasa sehingga sampai saat ini telah meliputi 140 juta POI di luar RRT dan 70 juta kilometer jalan raya.

Baidu Global Maps berisi fitur-fitur City Exploring, Tourist Maps, Location Cards, dan Offline Maps. Fitur City Exploring dan Tourist Maps memang sengaja dirancang bagi wisatawan outbound dari Cina guna membantu perjalanan selama berada di destinasi di luar negeri. Kdua fitur itu berisi rekomendasi berbagai titik menarik (POI) secara akurat dan bijaksana.

Sedangkan Location Cards dibuat dalam bahasa Inggris, Mandarin dan bahasa lokal. Dengan demikian turis dari Cina bisa menggunakannya dalam situasi apapun. Dan Offline Maps bisa membantu mereka saat menghadapi koneksi internet yang buruk dan menghemat biaya roaming data.

Baidu Global Maps membuka peluang kemitraan dengan pemerintah dan pelaku industri pariwisata dan lainnya di destinasi. Inti dari kemitraan adalah berbagi data, berbagi pengguna, dan berbagi keuntungan.

Kemitraannya mulai dari berbagi informasi dasar seperti data geografis dari mitra dan akan memberikan data feedback. Untuk konten, Baidu Maps akan menggunakan konten global atau konten lokal dari mitra kemudian menyiapkan brand display bagi mitra di dalam peta. Untuk level pelayanan, Baidu Maps akan memanfaatkan layanan mitra dan memberikan data traffic yang akurat kepada mitranya.

Baidu Global Maps.(Sumber:brosur Baidu Global Maps)

Baidu Global Maps.(Sumber:brosur Baidu Global Maps)

Pada akhir tahun 2016, Baidu Global Maps telah merilis peta untuk 209 negara dan wilayah di seluruh dunia. Dimulai dari destinasi-destinasi wisata di luar negeri yang digemari oleh turis Cina seperti Korea Selatan, Jepang dan Thailand. Kemudian saat perhelatan Euro Cup 2016 di Perancis dan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil dirilis peta global untuk Eropa dan Amerika Selatan.

Liu Bin, Vice President Baidu Global Maps, menerangkan, salah satu tujuan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata agar destinasi-destinasi, terutama di luar Jakarta dan Bali, bisa berbagi informasi. Pelaku industri pariwisata lokal bisa memberikan data atau informasi kepada pemda. Setelah terkumpul, data atau informasi tersebut diserahkan kepada Kemenpar. Dari Kemenpar baru kemudian diberikan kepada Baidu.

“Untuk saat ini mesti lewat pemerintah dulu. Agar data yang diberikan terverifikasi. Dan produk yang nantinya dimasukkan ke dalam Baidu Global Maps valid dan meyakinkan turis dari Tiongkok,” ujar Liu.

Baidu mendominasi pasar navigasi di Cina hingga 70 persen. Di dalamnya meliputi 100 pemilik kendaraan, 300 juta pengguna aktif, dan melayani sampai 72 miliar permintaan setiap hari.

Baidu Maps pertama kali diluncurkan 12 tahun lalu. Pada 10 tahun pertama Baidu Maps dibuat untuk keperluan perjalanan di dalam negeri. Baru 2 tahun terakhir dikembangkan untuk kawasan Asia termasuk Asia Tenggara. Ke depannya, akan dipersiapkan peta untuk kawasan Pasifik.*** (Yun Damayanti)