Bagaimana Satu Event dari Inggeris di Bali Serba Digital, 8 Ribu Pengunjung, Setengahnya Wisman, juga Serba Cashless

Berfoto di sini nyaris menjadi wajib bagi pengunjung Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Berfoto di sini nyaris menjadi wajib bagi pengunjung Bestival Bali 2017.(Foto:YD)

Bali,(ITNIndonesiaTouristNews):Yang namanya Bestival Bali 2017 baru saja berlangsung pada hari Sabtu, 30 September dan Minggu, 1 Oktober 2017. Dua hari itu festival musik ini menampilkan musisisi-musisi dari dalam dan luar negeri dan ternyata menarik perhatian sekitar 8.000 pengunjung. Menurut penyelenggaranya, setengah pengunjung itu wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Bali. Diperkirakan 30% lainnya ialah para ekspatriat dan 20% lainnya lagi pengunjung lokal.

Menurut John Hughes, Co-Founder Bestival, penyelenggaraan festival semacam Bestival Bali ini merupakan hal baru di Indonesia. Sebuah festival yang menampilkan beragam artis dengan bermacam-macam penampilan kreatif dan menciptakan suasana keriangan festival.

Artis-artis yang tampil selain dari Indonesia juga ada dari Inggris, Australia, Singapura, Amerika Serikat dan lain-lain. Ada musik reggae, funk, musik elektrik, hip hop dan banyak lagi. Meskipun setengah penontonnya wisman, barangkali tidak kenal siapa Ras Muhamad, penyanyi reggae terkemuka dari Indonesia, saat menjadi penampil pertama di panggung utama, Sabtu (30/9), tetap mampu menggerakkan antusias mereka mendekati panggung dan beberapa kali menyanyi bersama sambil melambai-lambaikan tangan ke atas. Sebaliknya, walaupun penonton lokal tidak tahu siapa artis dari mancanegara yang sedang tampil di panggung tetap saja dapat menikmati musiknya bahkan tidak sedikit yang ikut merangsek ke depan panggung bersama penonton lain.

Lorong menuju panggung utama.Penerangan cukup diperhatikan demi keamanan.(Foto:YD)

Lorong menuju panggung utama.Penerangan cukup diperhatikan demi keamanan.(Foto:YD)

Contohnya Kim, seorang perempuan muda wisatawan dari Kanada sudah berada di Bali selama tiga minggu. Dia katakan, ini pertama kali baginya mengunjungi festival musik. Tidak tahu siapa artis yang tampil. Jadi datang karena ingin tahu. Kemudian ditimpali oleh Josh, wisatawan asal Australia, dia pun tidak mengenal artis-artis yang tampil tapi tertarik datang karena ada festival musik di Bali. Kedua orang wisman itu tidak mengenal satu sama lain, melakukan percakapan sembari menunggu pintu masuk ke festival dibuka, dan akhirnya mengunjungi dan menikmati suasana festival bersama-sama.

Festival adalah sebuah tempat untuk mengekspresikan diri dan mengapresiasi. Itulah atmosfer yang dirasakan di Bestival Bali 2017. Penonton datang dengan penampilan atraktif. Ada yang datang bersama pasangan, teman-teman seperjalanan, dan yang datang sendirian pun akhirnya mendapat teman baru sesama pengunjung festival. Tidak sedikit pula pengunjung yang datang membawa anak-anak. Selama dua hari festival berlangsung di Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, suasana meriah dan keriaan meliputi setiap lorong di antara tebing-tebing batu kapur. Dan di puncak Plaza Garuda di Lotus Pound seolah Garuda melirik sambil tersenyum.

Kuliner,bagian penting dalam satu festival.Sayang,di Bestival Bali 2017 tidak banyak kuliner khas Indonesia tampil.(Foto:YD)

Kuliner,bagian penting dalam satu festival.Sayang,di Bestival Bali 2017 tidak banyak kuliner khas Indonesia tampil.(Foto:YD)

Setiap hari selama dua hari festival musik itu berlangsung mulai dari pukul 15.00 hingga 01.00 dini hari. Semakin larut semakin banyak pengunjung berdatangan. Tiket dibeli secara online kemudian ditukarkan dengan sebuah gelang yang dilengkapi dengan satu alat mini. Petugas keamanan memeriksa bawaan setiap pengunjung sebelum memasuki arena festival. Setelah itu umumnya pengunjung langsung menuju booth top-up guna mengisi alat mini di gelang tadi. Sejak awal penyelenggara sudah mengumumkan di dalam situs resminya (official website) Bestival Bali menggunakan sistem cashless. Di situ dijelaskan bagaimana pengunjung bisa mengisi uang dan melakukan transaksi selama berada di area festival.

Gelang dibuat dari bahan anti-air sehingga tidak mudah rusak saat terkena air ataupun keringat. Tidak pula hanya berfungsi sebagai tanda pengenal pengunjung festival tapi juga menjadi alat pembayaran. Saat jeda di antara penampil, pengunjung akan mendatangi booth yang menyajikan berbagai minuman dan makanan. Setelah memesan, pelayan di booth akan memindai alat kecil di gelang. Setiap kali melakukan transaksi selalu tampil uang (saldo) tersisa. Sistem cahsless ini juga membantu para tenant di festival karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian. Kudeta dan Lacalaca hanyalah beberapa nama tempat terkenal di kalangan wisatawan yang ikut berpartisipasi mengisi booth kuliner di Bestival Bali 2017.

Ada beberapa booth top-up di dalam arena festival.Top-Up bisa menggunakan kartu debit,kartu kredit ataupun cash.Disediakan juga mobile ATM di sebelah booth Top-Up.Penyelenggara bekerja sama dengan Bank Mandiri.(Foto:YD)

Ada beberapa booth top-up di dalam arena festival.Top-Up bisa menggunakan kartu debit,kartu kredit ataupun cash.Disediakan juga mobile ATM di sebelah booth Top-Up.Penyelenggara bekerja sama dengan Bank Mandiri.(Foto:YD)

Brand festival dari Inggris ini juga menampilkan elemen-elemen Bali dan Indonesia. Payung-payung Bali di area VIP, lukisan batik mega mendung di “I LOVE BESTIVAL”, dan ukiran khas Bali di pintu gerbang beberapa diantaranya. Dan yang cukup mengejutkan (sekaligus membanggakan), saat diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum Ras Muhamad tampil di panggung utama pada hari pertama.

Ras Muhamad,penampil pertama di panggung utama,Sabtu (30/9).(Foto:YD)

Ras Muhamad,penampil pertama di panggung utama,Sabtu (30/9).(Foto:YD)

Selain menempatkan banyak tempat sampah, penyelenggara Bestival Bali 2017 pun mempersiapkan pasukan kebersihan bersarung tangan serta dibekali dengan kantong sampah hitam besar dan penjepit. Penonton pun tertib tidak ada sisa pembungkus makanan dan minuman yang digeletakan begitu saja. Langsung dibuang ke tempat sampah. Pembungkus makanan tidak ada yang menggunakan plastik dan stepler. Gelas minuman dari bahan plastik yang mudah degradable. Semuanya berbahan yang bisa didaur ulang, aman dan bersih. Ribuan orang datang ke Bestival Bali 2017, Lotus Pound dan Festival Park di Garuda Wisnu Kencana tetap bersih. Toilet-toilet fasilitas venue untuk tamu-tamu VIP, dan deretan portable toilet di pojok-pojok venue tidak sampai membuat antrian panjang pengunjung umum.

Dengan harga tiket mulai dari USD 200-250 untuk dua hari atau sekitar USD 100 untuk satu hari, cukup efektif menyeleksi pengunjung. Di dalam arena festival setiap pengunjung bebas bergerak dan alurnya mengalir tanpa terhambat. Sungguh benar-benar bisa menikmati suasana festival yang riang, menyenangkan dan nyaman.***(Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.