Foto, ilustrasi, beberapa sport tourism event yang sudah ada di Indonesia.

Foto, ilustrasi, beberapa sport tourism event yang sudah ada di Indonesia.

Proses agar wisatawan khususnya wisman datang berkunjung ke event, baik kita perhatikan kembali bagaimana kenyataan,  dan yang “sebaiknya” dilaksanakan di destinasi pariwisata? Tampak sekali bahwa peran aktif dari pelaku industri pariwisata pun sangat dibutuhkan dan “menentukan” keberhasilan. Atau dari sisi lain bisa dikatakan, pelbagai event sesungguhnya membuka peluang bisnis bagi pelaku bisnis seperti agen perjalanan, operator tur, akomodasi dan transportasi, untuk mendatangkan kunjungan wisman. Kita ambil perbandingan dan pengalaman di dalam praktik, sehingga dapat dipetakan seperti arus proses berikut ini: (tentu saja, silahkan ditambah atau dikurangi di mana perlu) : itn-proses-wisman-mengunjungi-event-added

Presiden Joko Widodo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, hingga Pemda telah menyatakan bagaimana event-event olahraga maupun event lain, musik, seni budaya, festival, hingga yang termasuk MICE dapat dijadikan sumber daya tarik untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisman. Puncaknya antara lain ketika menyatakan agar event Asian Games 2018 juga dipromosikan bersamaan mempromosikan pariwisata Indonesia. Dan “disiapkan” sedari jauh hari sebelum Hari H pelaksanaan event.

Ini pertama kali dalam sejarah pariwisata Indonesia, mulai dari Presiden, Menteri Pariwisata, para Menteri mendukung, hingga beberapa Pemda dan beberapa asosiasi dan komunitas memperhatikan dan berupaya  “memanfaatkan” event-event agar dijadikan sebagai sumber daya tarik pariwisata. Atau, menjadikan event salah satu metode mendatangkan wisman. Potensi alam dan geografis Indonesia memungkinkan berbagai event sport tourism, festival seni budaya, musik, dan seterusnya, di darat, di air laut hingga sungai, dan seterusnya, sehingga berpotensi memiliki festivals all the year round.

Jadi, dengan proses penanganan wisman yang mengunjungi event, — seperti tergambar di atas –,  apakah sebagai peserta, pendamping peserta, penggembira atau penonton, ketika datang mengunjungi dan menyaksikan event, mereka pun ditangani alias diurus dengan “rapi” oleh agen-agen dan operator tur. Dan tentu dengan sepengetahuan Organizing Committee atau Panitia Pelaksana, sehingga dengan rapi mereka bisa dipastikan di mana akan berada, atau mungkin ikut beraktifitas, atau “menonton” jalannya event hingga pada ikut meng-elu-elukan. Kesan yang baik, —- kita tentu maklum —,  akan membuat wisman kembali ikut datang pada tahun berikutnya, dan demikian seterusnya.

Pertanyaan yang masih memerlukan jawaban: apa dan bagaimana yang bisa dan sebaiknya Anda lakukan? Atau pertanyaan yang langsung menggairahkan: apa dan bagaimana yang bisa Anda manfaatkan ?***