ATM 2015- logo 2 Arabian Travel Market (ATM) 2015 pada 4-7 Mei 2015 di Dubai, Uni Emirat Arab, akan menjadi pasar perjalanan berorientasi keluarga. Pelaksana pameran memperkirakan segmen perjalanan keluarga sebesar 12,5% dengan nilai 1,07 miliar dollar AS dari total pasar wisata global. Menurut data Thomson Reuters, nilai pasar perjalanan keluarga global sebesar USD 140 milliar pada 2013. Itu akan tumbuh menjadi lebih dari USD 180 miliar pada 2018 dengan tingkat pertumbuhan stabil 4,79% per tahun sampai 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pariwisata global secara keseluruhan 3,8 persen.

“Permintaan perjalanan keluarga di dalam kawasan juga akan tetap kuat hingga tahun 2020 dan seterusnya. The Economist Intelligence Unit memperkirakan populasi di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) akan melambung menjadi 53,5 juta pada tahun 2020, 24% di antaranya akan berada di bawah umur 15 tahun,” ujar Nadege Noblet, Manager Pameran Arabian Travel Market, WTM Portofolio, Reed Travel Exhibitions.

The Dubai Capital of Islamic Economy Initiative mengidentifikasi UEA merupakan sumber pasar perjalanan keluarga teratas dengan daya beli lebih dari USD 10 miliar. Data penelitian tambahan dari teknologi dan bisnis pembayaran Visa menunjukkan, wisatawan dari Arab Saudi ialah pemboros terbesar di dunia ketika berada di luar negeri dengan rata-rata pengeluaran sebesar USD 6.666 per perjalanan. Ini sangat kontras dengan platform belanja di Inggris ‘Berikan selagi kau hidup’ yang mengungkapkan, keluarga Inggris dengan empat orang anggota keluarga rata-rata menghabiskan USD 5.800 untuk liburan tahunan mereka.

“Meskipun perjalanan keluarga tumbuh, pola-pola pengeluaran kontras seperti ini menghadirkan tantangan strategis serta kesempatan bagi badan-badan pemerintah, hotelier dan penyedia jasa pariwisata di seluruh wilayah. Kebutuhannya sudah jelas, yakni penawaran-penawaran pariwisata yang berorientasi keluarga dalam sebuah spektrum yang luas untuk mengakomodasi wisatawan yang sensitif terhadap harga-harga dan pengalaman budaya yang diharapkan,” Noblet menambahkan.

Di kawasan Timur Tengah, keluarga-keluarga biasanya bepergian dalam grup besar dan beramai-ramai. Mereka menginginkan akomodasi yang value-for-money dengan merek-merek baru yang dirancang untuk memberikan pelayanan terhadap kebutuhan-kebutuhan unik dari keluarga yang bepergian.

“Secara historis, menarik keluarga untuk menginap di hotel Anda melibatkan pembuatan paket-paket khusus atau penawaran-penawaran di musim-musim tertentu, sementara itu kami mesti pandai-pandai mengatur konfigurasi kamar dan penghasilan. Baru-baru ini kami meluncurkan merk Millennium Executive Apartments. Kami sekarang dapat menawarkan produk yang dapat disesuaikan dengan struktur tarif yang lebih sederhana,” ujar Naeem Darkazally, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran untuk Millennium and Copthorne Timur Tengah dan Afrika.

Untuk menarik bisnis perjalanan keluarga sepanjang tahun juga terkait dengan daya tarik destinasinya. Kota-kota seperti Abu Dhabi dan Dubai sudah menawarkan daya tarik wisata keluarga berkelas dunia dengan keberadaan pusat-pusat perbelanjaan, festival musim panas dan selama bulan Ramadhan.

“Perjalanan keluarga tidak lagi hanya mengenai mengambil keuntungan maksimal selama musim liburan sekolah, menempatkan tempat tidur ekstra di dalam kamar, dan menambahkan berbagai aktivitas bagi anak-anak yang sesuai dengan program hiburan secara keseluruhan,” Noblet menambahkan.

Saat pergi untuk berlibur, penduduk di sekitar kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Afrika/MENA) memilih tinggal di akomodasi mewah (25%) dan terbang dengan kelas satu atau bisnis (20%). Jumlah keluarga-keluarga kaya yang memprioritaskan pengeluaran untuk berlibur pun terus meningkat.

Jika tersedia, 72% penduduk MENA akan memesan paket mewah all-inclusive. Menurut laporan terbaru YouGov, tiga destinasi liburan mewah pilihan warga MENA adalah Uni Emirat Arab (14%), Italia (10%) dan Turki (5%). Hotel-hotel mewah tampaknya telah melihat untuk mengambil keuntungan dari tren ini. Lebih dari sepertiga penduduk MENA biasanya menginap di hotel-hotel mewah ketika bepergian untuk berlibur.

Melihat lebih detil terhdap kawasan ini, sekitar seperempat dari penduduk GCC (27%) dan pendatang asing yang tinggal di sana (23%) akan menginap di hotel-hotel mewah daripada 17% dari penduduk Afrika Utara. Sementara itu, di negara-negara tertentu, sepertiga dari penduduk Bahrain (34%) biasanya juga tinggal di hotel-hotel mewah dan persentaseya tertinggi di seluruh wilayah MENA.

Kecenderungan perjalanan keluarga yang mewah ini menawarkan banyak peluang bagi operator tur untuk membuat paket-paket yang dibuat khusus yang mempertimbangkan bukan hanya kebutuhan keluarga, tetapi juga pertimbangan budaya yang unik bagi wisatawan high-end dari MENA. Ini membuka peluang pemasaran luar biasa. Kemewahan, perjalanan keluarga yang mewah khususnya, merupakan tren untuk diperhatikan dan itu jadi salah satu yang akan dibahas secara luas selama ATM 2015.

ATM 2015 berharap peningkatan jumlah pengunjung dan eksibitor sebesar 12% mencapai 33.000 orang. Pada ATM 2014 lalu, 2.700 eksibitor dari 85 negara mengikuti pameran dan lebih dari 23.000 orang datang mengunjungi. *** (Yun Damayanti)