Nota kesepahaman antara PT AP II dan PHRI ditandatangani oleh Ituk Herarindri,Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT AP II (kanan),dan Ketua PHRI Hariyadi B.S.Sukamdani (kiri),Rabu (21/12) di Jakarta.Menpar Arief Yahya menyaksikannya.(Foto:YD)

Nota kesepahaman antara PT AP II dan PHRI ditandatangani oleh Ituk Herarindri,Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT AP II (kanan),dan Ketua PHRI Hariyadi B.S.Sukamdani (kiri),Rabu (21/12) di Jakarta.Menpar Arief Yahya menyaksikannya.(Foto:YD)

Untuk pelayanan yang “cocok” kepada wisatawan Cina, API II mengarahkan pilihan ke bandara-bandara di destinasi-destinasi yang cocok dengan karakter wisatawan Cina. Maka dipilih Bandara Kualanamu, Medan; Bandara Supadio, Pontianak; Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Bintan, Kepri; dan Bandara Silangit yang dekat dengan Danau Toba.

Untuk wisata halal, sudah dilakukan di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh. Di sana AP II telah merevitalisasi fasilitas yang menunjang wisata halal. Pertama, merevitalisasi dan memastikan kebersihan toilet umum di bandara. Kedua, memastikan ketersediaan air di toilet dan tempat wudlu. Lalu membuat alur dari tempat wudlu ke musholla. Di alur itu dipasang karpet-karpet berbeda-beda jenis untuk memastikan area dari tempat wudlu ke musholla tetap kering dan tidak mengeluarkan bau yang kurang sedap. Dan di dalam ruang musholla karpet dalam kondisi kering dan bersih.

Selain itu, berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh membuat program sertifikasi halal bagi tenant, terutama yang menjual makanan dan minuman, yang mengisi gerai-gerai di bandara. Ada yang sudah mendapat sertifikasi halal, sebagiannya lagi masih dalam proses.

Ituk Herarindri,Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT AP II.(Foto:YD)

Ituk Herarindri,Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT AP II.(Foto:YD)

PT Angkasa Pura (AP) II telah mendapatkan izin untuk mengelola tambahan dua bandara lagi, Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung dan Bandara Raden Inten II di Lampung. Total akan mengelola 15 bandara. Saat ini mengelola 13 bandara. Ituk Herarindri, Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT Angkasa Pura II menjelaskannya usai penandatanganan nota kesepahaman antara PT AP II dengan PHRI, Rabu (21/12), di Jakarta.

Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung masih dalam proses perpindahan pengelolaan dan konsolidasi.

“Sudah ada surat persetujuan dari Menteri Perhubungan bahwa kami (AP II) yang akan mengelola bandara-bandara tersebut,” ujar Ituk.

AP II buat 2 probis baru untuk tingkatkan pelayanan

AP II membentuk dua probis baru, probis digital airport dan probis wisata. Di probis wisata dibuat lagi unit-unit khusus untuk melayani wisatawan dari Cina dan wisatawan muslim.

Jadi, nota kesepahaman telah diadakan antara AP II dengan ASITA Jakarta dan PHRI.  Isi utama dari dua MoU itu adalah melakukan promosi bersama. Sebagai pengelola, bandara akan dijadikan sebagai titik paling awal pelayanan kepada wisatawan dan mau diarahkan ke mana setelah turun dari pesawat.

Di bandara tersedia banyak ruang untuk berpromosi. Di setiap bandara di bawah AP II akan tersedia pusat informasi termasuk tempat-tempat untuk menempatkan brosur-brosur paket-paket wisata. Muatan-muatan kearifan lokal juga dimasukkan.

Di sana tidak hanya tempat menurunkan dan menaikkan penumpang. Di banyak bandara di dunia menyediakan toilet, ruang beribadah, restoran, tempat bermain anak, hingga hotel transit. Bahkan kini, sebelum mengunjungi daya tarik wisata di destinasi, bandara merupakan daya tarik pertama destinasi yang ditemui oleh wisatawan.

Maka setelah penandatanganan kedua nota kesepahaman tersebut, AP II akan melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi. Dengan PHRI akan segera dilakukan koordinasi terutama yang berkaitan dengan area-area komersial.*** (Yun Damayanti)