Menpar Arief Yahya (tengah) dengan beberapa anggota Dewan Juri.(Foto:Humas Kemenpar)

Menpar Arief Yahya (tengah) dengan beberapa anggota Dewan Juri.(Foto:Humas Kemenpar)

 Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Para pemenangnya akan diajukan ke ajang ASEAN Sustainable Tourism Awards (ASTA) 2018. Kementerian Pariwisata menginisiasi peenyelenggaraan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2017, yang akan memberikan penghargaan kepada Pengelola Destinasi Pariwisata, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Pelestarian Budaya bagi Masyarakat dan Pengunjung, Pelestarian Lingkungan. Pengumuman dan pemberian penghargaan akan dilakukan pada bulan September 2017 mendatang saat merayakan Hari Pariwisata Dunia juga Hari Pariwisata Nasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama beberaapa anggota dewan juri menerangkannya pada jumpa pers di Jakarta, Rabu  2/8/2017.

Entitas yang berhak mendapatkan ISTA adalah para pemangku kepentingan dalam suatu destinasi pariwisata, bisa juga kolaborasi yang melibatkan beberapa pihak, yakni pengelola desa wisata, organisasi tata kelola destinasi (Destination Management Organization/DMO), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Badan Otorita Pariwisata (BOP), yayasan, dan perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Entitas yang mengikuti ISTA dinilai telah memenuhi kriteria pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan.

Pendaftaran dibuka mulai dari bulan Mei sampai dengan 30 Juni 2017. Hingga batas akhir pendaftaran ISTA 2017 telah masuk 96 pengelola destinasi dari 43 kabupaten dan 23 provinsi. Para peserta akan melalui seleksi pertama (desk evaluation). Bagi yang lolos akan masuk menjadi nominator penerima ISTA 2017. Setelah itu dewan juri akan melakukan kunjungan ke lapangan (site visit) ke destinasi-destinasi yang dinominasikan. Anggota dewan juri terdiri dari praktisi dan akademisi yang ahli di bidang pariwisata, serta Juri Kehormatan.

Dewan Juri  terdiri  dari: Jatna Supriatna, Kepala Research Center for Climate Change Universitas Indonesia; Chair SDSN Indonesia dan Co-Chair of SDSN Southeast Asia Universitas Indonesia; Muhammad Baiquni, Ketua Dewan Peneliti Pusat Pariwisata Universitas Gadjah Mada; David Makes Direktur PT. TSS dan Ketua Tim Percepatan Ecotourism Kemenpar; Winda Mingkid, Wakil Dekan, Universitas Sam Ratulangi; Diena M Lemy, Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan & Sekjen HILDIKTIPAR; Frans Teguh, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata; dan  Robby Adiwidjaja, Peneliti di Kementerian Pariwisata.

Dewan Juri Kehormatan terdiri dari: I Gede Ardika, mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Jonathan Parapak, mantan Sekjen Parpostel sekarang Rektor Universitas Pelita Harapan.

Hamparan sawah di Jatiluwih,Tabanan.(Foto:YD)

Hamparan sawah di Jatiluwih,Tabanan.(Foto:YD)

Indonesia Sustainable Tourism Awards baru pertama kali diselenggarakan. Ini sekaligus dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Menteri Pariwisata No.14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Pedoman di dalam peraturan menteri tersebut mengadopsi standar internasional yang ditetapkan oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Standar global itu menjadi acuan pemerintah juga menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun destinasi pariwisata berkelanjutan. Standar GSTC pun menjadi dasar bagi skema sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan.

Penghargaan ini untuk memberikan rekognisi kepada pemangku kepentingan pariwisata yang telah berupaya dan berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan, partisipasi dan kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam membangun pariwisata di tingkat destinasi, dan menstimulasi agar semakin banyak destinasi yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Ajang penghargaan ini sekaligus sebagai ajang promosi branding di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka mengakselerasi peningkatan jumlah kunjugan wisata ke Indonesia. Para pemenangnya akan diajukan ke ajang ASEAN Sustainable Tourism Awards (ASTA) 2018.****