1st Wonderful Nongsa Regatta 2016 di perairan sekitar Nongsa Point Marina Batam menjadi even layar pembuka tahun 2016 di Indonesia. Nongsa Point Marina and Resort yang dikelola oleh Nongsa Resorts menyelenggarakan even Nongsa Regatta 2016 mulai dari tanggal 27 sampai 31 Januari 2016. Even regatta ini diselenggarakan selama puncak angin timur laut (musim hujan). Presiden Nongsa Resorts, Mike Wiluan, memimpin pembukaan dan pelepasan lomba layar yang diselenggarakan untuk pertama kalinya.

Nongsa Regatta terbuka untuk yacht IRC, kapal-kapal olahraga dan kapal balap multihulls. Dalam regatta ini juga diperlombakan Stand-Up Paddleboard dan Radio Kontrol Sailing, serta lomba layar tradisional yaitu lomba kolek. Kolek adalah perahu atau sampan dengan menggunakan layar khas Batam. Lomba perahu layar mengelilingi perairan sekitar Nongsa dengan jarak 5 mil laut atau 9,26 kilometer (1 mil laut = 1,852 kilometer).

Ketua Panitia Nongsa Regatta Prakash Reddy mengatakan kepada media pada awal minggu lalu di Batam, total 200 peserta mengikuti 1st Wonderful Nongsa Regatta 2016. Peserta internasional datang diantaranya dari Hong Kong, Thailand, Filipina, Australia, Singapura dan Malaysia.

Selama even regatta berlangsung, para peserta dan pengunjung dapat menikmati berbagai program kegiatan (social function) dan kegiatan-kegiatan menarik lainnya di bibir pantai resor setiap hari. Beragam program kegiatan itu digelar sejak dari upacara pembukaan lomba layar pada 27 Januari sampai upacara penutupan pada 31 Januari 2016.

Para pebisnis pariwisata di Batam mulai memanfaatkan kemudahan aplikasi yacht yang dibuat tidak lama setelah Peraturan Presiden No. 105/2015 tentang Kunjungan Yacht Asing ke Indonesia dikeluarkan. Salah satunya dengan menyelenggarakan Nongsa Regatta di Batam pada akhir Januari 2016. Menurut Prakash, jumlah peserta pada perhelatan even pertama tahun ini sudah memuaskan. Even internasional ini mendapat dukungan Kementerian Pariwisata. Lomba layar internasional di Batam itu juga diharapkan jadi agenda tetap tahunan dan mampu menarik kunjungan wisman dan wisnus.

Pada bulan Maret mendatang, saat momen gerhana matahari total melintasi sebagian besar wilayah di Indonesia, perahu-perahu wisata juga berencana akan berlayar beriringan dari Singapura via Batam menuju Pulau Belitung, Bangka Belitung. *** (Yun Damayanti)